GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah

Login
Remember me

KUNJUNGAN PRA-NATAL GKI PAMULANG KE BALAI BESAR REHABILITASI NARKOBA

Tanggal Buat: Wed, 04 Dec 2019     Tanggal Sunting: Wed, 04 Dec 2019     oleh:

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Natal GKI Pamulang maka pada Sabtu, 30 November 2019 lalu, Panitia Natal beserta teman-teman pemuda dan taruna mengadakan kunjungan kasih ke Balai Besar Rehabilitasi (Babesrehab) Badan Narkoba Nasional (BNN) Lido Bogor. Balai Besar ini adalah sebuah tempat yang dikhususkan untuk merehabilitasi (penyembuhan) korban penyalahgunaan narkotika di Indonesia. Menurut Ketua Panitia Natal, Renaldo Pramanta, kegiatan ini adalah aksi Pra-Natal yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada teman-teman pemuda dan taruna, untuk berbagi kasih kepada mereka yang sedang direhabilitasi (disebut residen),  lewat kunjungan kasih yang mereka lakukan.

Babesrehab BNN sendiri terletak di Desa Wates Jaya, Kecamatan Gombong Lido, Kabupaten Bogor dengan luas sekitar 11,2 hektar, serta memiliki fasilitas lengkap bagi para pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika. Pelaksanaan di Babesrehab BNN bagi pecandu dan penyalahguna narkoba menggunakan sistem pelayanan satu atap (one stop center) terdiri dari pelayanan rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial dalam satu atap yang berlangsung selama 6 bulan, dengan kapasitas tampung berjumlah 500 orang. Pelayanan yang diberikan meliputi: rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, kegiatan kerohanian berupa bimbingan mental dan spiritual, peningkatan kemampuan dan ketrampilan, terapi keluarga, terapi psikologi serta rekreasi (family outing).

Acara kunjungan Pra-Natal diawali dengan persiapan tim ibadah, dilanjutkan dengan ibadah bersama mengikuti susunan ibadah persekutuan pemuda, yang dipimpin oleh teman-teman pemuda dan taruna. Peserta terdiri dari 30 orang dari GKI Pamulang dan 35 orang dari Babesrehab BNN, termasuk pengurusnya. Setelah itu renungan yang dipimpin oleh Pdt. Nicko Agusta dalam bentuk interaktif, dengan melibatkan semua jemaat baik dari GKI Pamulang maupun residen. Dalam kotbah yang bertema melihat karya pemulihan, peserta diajak untuk merenungkan makna kehadiran Yesus yang merengkuh dan merangkul manusia. Allah dalam Kristus adalah Allah yang tidak membatasi diri, namun manusia seringkali bersikap sinis terhadap-Nya. Dalam masa penantian, kita diajak untuk merespon dengan benar karya pemulihan yang Allah hadirkan melalui Yesus.

Setelah ibadah, dilanjutkan dengan makan siang bersama, serta ramah tamah. Meskipun selama berada disana teman-teman pemuda dan taruna tidak diperbolehkan membawa HP ataupun kamera, tetapi mereka nampak antusias dan gembira mengikuti sesi demi sesi. Semoga lewat kunjungan kasih yang sederhana ini, dapat memotivasi residen semakin bersemangat menjalani rehabilitasi agar segera pulih, sehingga dapat kembali ke masyarakat dan memulai hidup yang baru, amin.