GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah

Login
Remember me

MENGIKUT YESUS

Baru Sat, 03 Sep 2016   

oleh:

Yer. 17: 14-27; Mat. 10: 34-42

Setiap orang diperhadapkan dengan pilihan, dan pada setiap pemilihan seseorang mengambil keputusan. Sebagai orang kristen,  perlulah kita merenungkan ulang, apakah setiap keputusan kita  untuk memilih senantiasa  terkait dengan Kristus ? Telah sering terjadi, karena enggan atau sungkan, tidak mau repot, maka orang  memilih bukan yang benar tetapi,  yang lancar.

Firman Tuhan pada hari ini :

1. Mengingatkan kita bahwa Injil  Yesus Kristus, dapat mengakibatkan pemisahan. 

Orang yang ikut Yesus dengan sungguh, ia mesti memilih Yesus dan ajaranNya. Karena mengikut Yesus berarti ia sudah hidup baru, orientasi hidupnya adalah Kristus. Segala yang di lakukan mesti terkait dengan kehendak Kristus. Kehendak Kristus dalam KerajaanNya membawa kita pada pemisahan.  Berpisah dengan harta, karena harta hanya alat saja bukan tujuan, bukan yang utama. Berpisah dengan kekasih-kekasih kita, karena kita semua ada di dunia ini sementara saja. Penerapannya tidak mudah, namun ikut Yesus adalah mengikuti sebuah kepastian bahwa jalan itu benar. Adalah seorang anak pemudi yang menjadi  bingung karena ia mengenal Kristus, melalui keluarga dimana ia bekerja.  Ingin untuk ikut Yesus. Kebingungan terjadi  karena ia sulit berpisah dari orang tuanya.  Ia tahu ajaran “hormatilah ayahmu dan ibumu”,   orang yang dipakai Tuhan, dan merawat dan menghidupinya sejak dari kandungan.  Ketika ia merenungkan ulang apakah ia harus berpisah dengan ortunya, melawan kehendak orang tuanya ? Menjadi pemudi ini, jelas,  sangat tidak mudah berada di tempatnya. Maka ia mendapat bekal untuk melangkah, Injil Yesus Kristus yang mewacanakan bahwa pemisahan itu mau tidak mau akan terjadi. Pedang Injil tidak selalu mengoyak dan memisahkan keluarga.  Banyak orang bahkan keluarga yang merespons Injil dengan keterbukaan (bnd. Kis 16:31-33). Kasih dan hormat pemudi  pada ayah dan ibunya (di atas tadi), tidak berubah. Ini kisah nyata, dan ketika pemudi ini telah menikah dan dikaruniai anak, kedua orang tuanya menerimanya  kembali. 

2. Seorang pengikut Kristus, ia mengenal  Yesus dan kasihNya, sehingga “Seorang pengikut Yesus  siap memikul salibnya” (38). 

Seseorang yang tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak untuk Aku”. Memikul salib artinya siap menyerahkan nyawa agar berita Injil digemakan di seluruh dunia. Kesiapan menyerahkan nyawa merupakan bukti bahwa nyawanya sudah menjadi milik Tuhan, bukan milik sendiri (39). Seorang duta Injil adalah orang kepercayaan Tuhan. Hidupnya milik Yesus. Maka tuntutan Tuhan agar duta Injil memikul salib tidak berlebihan. Memprioritaskan Yesus dari semua ikatan lain di dunia ini memang tidak mudah. Namun, ingatlah bahwa kasih Kristus melampaui  segala kepentingan diri sendiri. Yesus telah mengorbankan diriNya, agar kita ...  orang berdosa ini memperoleh keselamatan. Hanya orang yang mengenal kasih Yesus akan siap memikul salibnya. Adalah seorang ibu, ia masuk dalam kobaran api yang membakar rumahnya untuk menyelamatkan anak bayinya. Ia seperti  tidak memikirkan dirinya lagi. Akhirnya ia berhasil menyelamatkan anaknya, ia sendiri mati karena luka bakar 90 %. Kasih Yesus mirip dengan kasih seorang ibu, jika kita mengenal kasihNya, kita akan selalu siap untuk memikul salib kita karena kita mengikut Yesus yang kasihNya total atas kita.

3. Mempraktekkan hal-hal  kecil  tapi dengan cinta yang besar 

“Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya." (42) 

Kebaikan yang dilakukan meskipun kecil sifatnya, karena kita tidak mampu melakukan sesuatu yang lebih, lakukan saja bila ada kesempatan, dan itu akan diterima, sekalipun hanya memberi air sejuk secangkir saja kepada salah seorang yang kecil ini. Karena hanya memiliki waktu dan ilmu, maka beberapa anak pemuda sebuah gereja meluangkan waktunya untuk memberi bimbingan belajar pada adik-adik yang sekalipun tidak mereka kenal sebelumnya.  Suatu hari adik-adik ini dengan jujur menyatakan :  “Keberhasilan kami naik kelas,  dan nilai yang baik, karena pengorbanan waktu kakak-kakak pembimbing.  Terima kasih kakak-kakakku”. Betapa luar biasanya hal yang kecil itu sampai secangkir air sejuk pun merupakan pertolongan yang sangat besar.  Amin.