Mazmur 105:1-11, 37-45; Yosua 1:1-11; 1 Tesalonika 3:1-5
Selamat hari Senin.
Yosua adalah pemimpin umat Israel menyeberangi sungai Yordan, masuk ke tanah Kanaan, tanah perjanjian. Oleh karena itu Tuhan meneguhkan Yosua; Yosua 1:6-9 (TB) Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi."Penegasan penyertaan Tuhan, dan penguatan kepada Yosua. Yosua memang harus meneruskan kepemimpinan Musa mengagumkan, memimpin umat melewati berbagai rintangan. Yosua yang baru saja memimpin diberikan penguatan oleh Tuhan.
Tuhan itu dasyat. Dia tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Dia menuntun umat-Nya melalui berbagai rintangan. Dia adalah Tuhan yang setia kepada perjanjian-Nya dengan Abraham. Mazmur 105:7-11 (TB) Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan, yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak; diadakan-Nya hal itu menjadi ketetapan bagi Yakub, menjadi perjanjian kekal bagi Israel, firman-Nya: "Kepadamu akan Kuberikan tanah Kanaan, sebagai milik pusaka yang ditentukan bagimu. "Jika Tuhan menepati janji-Nya, dan menguatkan Yosua, Paulus juga menguatkan jemaat Tesalonika supaya mereka tetap beriman kepada Tuhan. 1 Tesalonika 3:2-4 (TB) Lalu kami mengirim Timotius, saudara yang bekerja dengan kami untuk Allah dalam pemberitaan Injil Kristus, untuk menguatkan hatimu dan menasihatkan kamu tentang imanmu, supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu. Sebab, juga waktu kami bersama-sama dengan kamu, telah kami katakan kepada kamu, bahwa kita akan mengalami kesusahan. Dan hal itu, seperti kamu tahu, telah terjadi. Hidup hanya percaya kepada Tuhan, itulah orang beriman.
Di tengah kesusahan hidup, permasalahan, percaya: Tuhan sanggup memberikan jalan keluar.
Doa:
Masyarakat yang sadar untuk membuang sampah pada tempatnya.

![[Logo MITRA]](/img/logomitra.png)
