GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah

Login
Remember me

TEKUN DAN TAAT

Baru Fri, 07 Oct 2016   

oleh:

Yer. 27:1-22; 2 Tim. 2:1-7

Yeremia 27:5-8 (TB)  Akulah yang menjadikan bumi, manusia dan hewan yang ada di atas muka bumi dengan kekuatan-Ku yang besar dan dengan lengan-Ku yang terentang, dan Aku memberikannya kepada orang yang benar di mata-Ku. Dan sekarang, Aku menyerahkan segala negeri ini ke dalam tangan hamba-Ku, yakni Nebukadnezar, raja Babel; juga binatang di padang telah Kuserahkan supaya tunduk kepadanya. Segala bangsa akan takluk kepadanya dan kepada anaknya dan kepada cucunya, sampai saatnya juga tiba bagi negerinya sendiri, maka banyak bangsa dan raja-raja yang besar akan menaklukkannya. Tetapi bangsa dan kerajaan yang tidak mau takluk kepada Nebukadnezar, raja Babel, dan yang tidak mau menyerahkan tengkuknya ke bawah kuk raja Babel, maka bangsa itu akan Kuhukum dengan pedang, kelaparan dan penyakit sampar, demikianlah firman TUHAN, sampai mereka Kuserahkan ke dalam tangannya.

Firman Tuhan di atas nampak aneh. Umat milik kepunyaan Tuhan diminta oleh Tuhan untuk takluk dan tunduk kepada Nebukadnezar, raja dari bangsa yang tak mengenal Dia. Namun sebagaimana kata Tuhan bahwa Nebukadnezar adalah hamba-Nya (lih. Ay 6), yaitu hamba untuk memperingatkan umat milik kepunyaan Tuhan yang tidak setia. Penderitaan, kekecewaan, kehilangan, sakit yang harus kita alami memang seringkali dipakai Tuhan untuk mendisiplinkan kita untuk menjadikan kita lebih taat dan beriman kepada Tuhan. Demikian juga Timotius. Dalam pergumulan yang ia hadapi, Paulus meneguhkan: 2 Timotius 2:3 (TB)  Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.

Sebagai pemimpin jemaat yang menghadapi banyak orang dengan berbagai karakter, Timotius juga merasa kewalahan. Paulus mengingatkan: semuanya itu sebagai latihan buat Timotius. Paulus memberi contoh tentang: tentara, olahragawan dan petani yang harus berjuang, berjuang dan berjuang untuk mendapat hasil yang terbaik. Demikian juga dengan Timotius. Bahkan Paulus menjadikan dirinya contoh bagi seorang yang tekun dalam penderitaan ketika ia mengabarkan Injil. Bagaimana hidup kita? Apakah kita sedang mendapati pasir di sepatu? Kerikil kecil yang nyelip? Kerikil yang menyakiti kaki kita? Atau bahkan batu besar penderitaan? Jangan takut, marah atau justru bersungut kepada Tuhan. Semua itu dipakai Tuhan untuk menguatkan kita supaya lebih taat dan beriman kepada-Nya.