Mazmur 86:11-17; Yesaya 44:9-17; Ibrani 6:13-20
Selamat hari Jumat.
Memilih adalah aktivitas yang dilakukan oleh setiap makhluk. Dari pilihan yang sederhana, sampai pilihan yang rumit. Memilih setia kepada Tuhan atau kepada illah lain adalah salah satu pergumulan umat Israel, dan juga banyak orang. Itulah yang ditegaskan oleh Yesaya. Yesaya 44:9-11 (TB) Orang-orang yang membentuk patung, semuanya adalah kesia-siaan, dan barang-barang kesayangan mereka itu tidaklah memberi faedah. Penyembah-penyembah patung itu tidaklah melihat dan tidaklah mengetahui apa-apa; oleh karena itu mereka akan mendapat malu. Siapakah yang membentuk allah dan menuang patung yang tidak memberi faedah?
Sesungguhnya, semua pengikutnya akan mendapat malu, dan tukang-tukangnya adalah manusia belaka. Biarlah mereka semua berkumpul dan bangkit berdiri! Mereka akan gentar dan mendapat malu bersama-sama. Padahal illah-illah itu adalah buatan manusia (Yes. 44:12-17). Padahal Israel punya Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Mazmur 86:11-13 (TB) Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya; sebab kasih setia-Mu besar atas aku, dan Engkau telah melepaskan nyawaku dari dunia orang mati yang paling bawah.
Tuhan adalah satu-satunya pengharapan bagi orang yang percaya kepada-Nya. Penulis kitab Ibrani menekankan; Ibrani 6:17-20 (TB) Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah, supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.
Dalam kepastian hidup di dalam Tuhan, tetaplah beriman dan menjaga hidup sampai akhirnya.
Doa:
Pemerintah yang menjamin kebebasan berpendapat.

![[Logo MITRA]](/img/logomitra.png)
