Yesaya 55:10-13; Mazmur 65:10-14; Roma 8:1-11; Matius 13:1-9, 18-23
Selamat hari Minggu Ketujuh Setelah Pentakosta.
Perumpamaan tentang penabur (Mat. 13:1-9) menunjukan bagaimana orang menerima benih-benih firman. Ada yang hatinya keras, dipenuhi dengan ketakutan dan kekhawatiran, namun juga hati tempat benih-benih firman bertumbuh dan berbuah berlipat-lipat (Mat. 13:18-23). Mengapa manusia masih mengeraskan hati, penuh ketakutan dan kekhawatiran? Karena manusia masih hidup dalam daging. Roma 8:5-8 (TB) Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Karena itu setiap orang diingatkan supaya percaya kepada Kristus(Roma 8:1-2). Tuhan adalah sumber berkat bagi umat. Mazmur 65:9-10 (TB) (65-10) Engkau mengindahkan tanah itu, mengaruniainya kelimpahan, dan membuatnya sangat kaya. Batang air Allah penuh air; Engkau menyediakan gandum bagi mereka. Ya, demikianlah Engkau menyediakannya: (65-11) Engkau mengairi alur bajaknya, Engkau membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya, dengan dirus hujan Engkau menggemburkannya; Engkau memberkati tumbuh-tumbuhannya.
Jika Tuhan adalah sumber berkat, maka Firman-Nya menjadi berkat bagi setiap makhluk. Yesaya 55:10-11 (TB) Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Kiranya Firman Tuhan makin bertumbuh dan berkembang dalam kehidupan setiap orang percaya.
Doa:
Jemaat – jemaat di pelosok desa yang membutuhkan peralatan ibadah.

![[Logo MITRA]](/img/logomitra.png)
