GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah

Login
Remember me

Hidup Benar di Dalam Tuhan

Terpublikasi Thu, 04 Jun 2026   

oleh:

Mazmur 50:7-15; Ratapan 1:7-11; 2 Petrus 2:17-22

Selamat hari Kamis.

Kesengsaraan umat kala mereka dikalahkan oleh bangsa-bangsa lain menyebabkan penderitaan yang berat. Ratapan 1:7-9 (TB)  Terkenanglah Yerusalem, pada hari-hari sengsara dan penderitaannya, akan segala harta benda yang dimilikinya dahulu kala; tatkala penduduknya jatuh ke tangan lawan, dan tak ada penolong baginya, para lawan memandangnya, dan tertawa karena keruntuhannya. Yerusalem sangat berdosa, sehingga najis adanya; semua yang dahulu menghormatinya, sekarang menghinanya, karena melihat telanjangnya; dan dia sendiri berkeluh kesah, dan memalingkan mukanya. Kenajisannya melekat pada ujung kainnya; ia tak berpikir akan akhirnya, sangatlah dalam ia jatuh, tiada orang yang menghiburnya. "Ya, TUHAN, lihatlah sengsaraku, karena si seteru membesarkan dirinya!"
Jika penderitaan itu mereka terima, bukan seperti yang dikira banyak orang; berkaitan dengan persembahan yang kurang atau salah, karena Tuhan yang memiliki seluruh dunia, bahkan ternak yang mereka miliki (Mzm. 50:8-13). Mazmur 50:7-8 (TB)  "Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman, hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu! 

Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku?
Ketidaksetiaan umat kepada Tuhan membuat Dia murka kepada umat Israel, dan menghukum mereka. Petrus pun dengan keras mengecam ketidaksetiaan umat yang sudah tahu Tuhan dan firman-Nya namun membelokkan ajaran. 2 Petrus 2:17-19 (TB)  Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat. Sebab mereka mengucapkan kata-kata yang congkak dan hampa dan mempergunakan hawa nafsu cabul untuk memikat orang-orang yang baru saja melepaskan diri dari mereka yang hidup dalam kesesatan. Mereka menjanjikan kemerdekaan kepada orang lain, padahal mereka sendiri adalah hamba-hamba kebinasaan, karena siapa yang dikalahkan orang, ia adalah hamba orang itu.

Oleh karena itu, umat diajak untuk mempunyai hidup rohani yang sehat, iman yang kuat dan teguh, supaya hidup orang beriman itu benar dan menjadi saksi hidup di dalam Tuhan.

Doa:
Kaum muda  mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan diri dalam berbagai bidang.