GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah

Login
Remember me

MENCURI KEMULIAN TUHAN

Baru Tue, 26 Jul 2016   

oleh:

Hos. 6:1-10; Rm. 9: 30-10: 4

Mencuri adalah salah satu yang dilarang oleh Tuhan. Namun dalam berbagai bentuknya kita masih saja seringkali melakukannya, dan kita seringkali "memaafkan" diri kita sendiri. Memang Paulus menperkenalkan hak dari rasul-rasul namun bukan berarti lalu dilakukan dengan semena-mena:
1 Korintus 9:12 (TB)  Kalau orang lain mempunyai hak untuk mengharapkan hal itu dari pada kamu, bukankah kami mempunyai hak yang lebih besar? Tetapi kami tidak mempergunakan hak itu. Sebaliknya, kami menanggung segala sesuatu, supaya jangan kami mengadakan rintangan bagi pemberitaan Injil Kristus. Melihat Elisa menolak pemberian Naaman,  Gehazi berbohong kepada Naaman, dan atas nama Elisa dia meminta harta yang banyak (lihat uraian Elisa di ayat 27), dan akhirnya karena kebohongannya maka Grhazi sakit kusta. Gehazi tidak hanya membohongi Naaman namun ia juga membohongi Elisa, tuannya dan terlebih kepada Tuhan. Demikian juga yang dilakukan Demetrius dengan hasutannya kepada banyak orang. Rasa terancam penghasilannya menjadikan mereka menimbulkan huru hara dan tak mau mendengar kebenaran. Hal seperti inilah yang disebut mengambil/mencuri kemuliaan Tuhan dalam kehidupan manusia. "Menjual" Tuhan untuk kepentingan diri sendiri atau bahkan menolak Tuhan karena kemauannya terancam. Seharusnya Tuhanlah yang dimuliakan dalam apa yang kita pikir, ucapkan, dan lakukan hanyalah untuk memuliakan Dia, Tuhan.