Mazmur 93; Kejadian 9:8-17; Kisah Para Rasul 27:39-44
Selamat hari Senin.
Terdamparnya kapal yang dinaikki oleh Paulus menjadi keadaan yang mengkhawatirkan. Para prajurit yang khawatir tahanan kabur berencana membunuh mereka, dan perwira hendak menyelamatkan Paulus. Namun Paulus mau menyelamatkan semua, dan mengatur mereka sampai ke daratan (Kis. 27:39-44). Menyelamatkan diri sendiri adalah tabiat manusia jika terjepit. Tindakan ini merupakan keegoisan manusia. Kala berkuasa, mereka bisa melakukan apa saja. Tuhan itu berkuasa. Dia sanggup menjadikan segala sesuatu. Namun Dia tidak pernah egois. Dalam segala hukum-Nya, Tuhan itu adil. Mazmur 93:5 (TB) Peraturan-Mu sangat teguh; bait-Mu layak kudus, ya TUHAN, untuk sepanjang masa. Tuhan bukan hanya berkuasa namun Dia juga adil bagi umat-Nya. Setelah air bah surut, Tuhan membuat perjanjian dengan penduduk bumi; Kejadian 9:11-13 (TB) Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi. "Dan Allah berfirman: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya: Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.
Pelangi (busur di awan) adalah pernyataan kasih Tuhan kepada penduduk bumi bahwa Dia tak akan memusnahkan penduduk bumi.
Keadilan Tuhan adalah belas kasihan yang Dia berikan kepada umat-Nya.
Doa:
Pendidikan yang berkwalitas dan merata bagi setiap siswa.

![[Logo MITRA]](/img/logomitra.png)
