Kisah Para Rasul 7:55-60; Mazmur 31:1-6, 16-17; 1 Petrus 2:2-10; Yohanes 14:1-14
Selamat hari Minggu Paskah Kelima.
Tuhan adalah satu-satunya pengharapan bagi dunia. Itulah pengakuan pemazmur; Mazmur 31:1-2 (TB) Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (31-2) Pada-Mu, TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, (31-3) sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku!
Namun, sayangnya tidak semua orang mengakuinya. Itulah yang menjadi kritik Stefanus bagi Mahkamah Agama dan orang Yahudi pada umumnya. Kisah Para Rasul 7:51-53, 55 (TB) Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu. Siapakah dari nabi-nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu?
Bahkan mereka membunuh orang-orang yang lebih dahulu memberitakan tentang kedatangan Orang Benar, yang sekarang telah kamu khianati dan kamu bunuh. Kamu telah menerima hukum Taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat, akan tetapi kamu tidak menurutinya. "Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Karena itulah Stefanus mati dalam iman kepada Tuhan (Kis. 7:55-60). Dalam perjamuan malam bersama murid-murid-Nya, Tuhan Yesus mengingatkan: percaya kepada Tuhan mendapatkan pengharapan di Rumah Bapa yang dipersiapkan bagi setiap orang yang percaya (Yoh. 14:1-4). Pengharapan di dalam Tuhan Yesus dihayati hidup di dalam Tuhan dan karya-Nya. Yohanes 14:6-7 (TB) Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia. "Oleh karena itu setiap orang beriman dalam hidup di dunia diajak mengarahkan hidup kepada Tuhan. 1 Petrus 2:2-5 (TB) Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan. Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
Hidup berpusat dan mengarahkan hidup kepada Tuhan, itulah yang yang menuntun hidup orang beriman menuntun setiap orang percaya setia sampai akhir.
Doa:
Gereja yang peduli kepada kehidupan anggota jemaatnya.

![[Logo MITRA]](/img/logomitra.png)
