GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah

Login
Remember me
Daftar Berita berdasar kategori Sinode

Peneguhan Pendeta GKI Atas Diri 'Pdt. David Nugrahaning Widi'

Tanggal Buat: Tue, 06 Nov 2018     oleh:
Kategori: Sinode

Puji syukur patut kita naikkan kepada Tuhan bahwa pada hari Senin, 5 November 2018 bertempat di GKI Pemalang telah diselenggarakan Kebaktian Peneguhan Pendeta atas diri Pdt. David Nugrahaning Widi sebagai Pendeta GKI basis pelayanan Jemaat GKI Pemalang. Kebaktian peneguhan pendeta ini mengangkat tema "Bukan Kamu Yang Memilih Aku tetapi Aku lah yang memilih kamu" dengan bacaan terambil dari Yohanes 15:16. 

Semoga dengan kehadiran Pdt. David Nugrahaning Widi di GKI Pemalang dan para penatua, aktivis dan badan pelayanan, anggota jemaat, serta simpatisan bersama-sama saling menguatkan dan mengembangkan persekutuan, pelayanan, kesaksian dan pelayanan menjadi kawan sekerja Allah melalui Jemaat GKI Pemalang untuk lebih menjadi sarana berkat, lebih menghadirkan damai sejahtera bagi segenap Jemaat GKI Pemalang dan masyarakat sekitarnya.

Selamat untuk Pdt. David Nugrahaning Widi beserta keluarga, selamat melayani di tempat yang baru. Tuhan senantiasa menambahkan hikmat kebijaksanaan dan kekuatan untuk lebih mengembangkan panggilan pelayan dengan penuh sukacita dan kerendahan hati yang merupakan anugerah Tuhan .

Selamat juga untuk GKI Pemalang untuk kehadiran pendeta atas diri Pdt. David Nugrahaning Widi. Terimakasih untuk panitia dan semua pihak yang telah mendukung untuk kelancaran pelaksanaan Kebaktian Peneguhan Pendeta ini sehingga dapat berjalan dengan baik dan dalam anugerah kasih-Nya.

Tuhan memberkati.

Kebaktian Peneguhan Pendeta GKI Atas Diri Pdt. Gatot Pujo Tamtama

Tanggal Buat: Tue, 09 Oct 2018     oleh:
Kategori: Sinode

Puji syukur kepada Tuhan atas Kasih SetiaNya maka pada hari Selasa, 2 Oktober 2018 bertempat di GKI Kelapa Cengkir Jakarta, kita bersama-sama dapat menikmati sukacita sehingga Jemaat GKI terutama Jemaat GKI Kelapa Cengkir Jakarta dapat melaksanakan Kebaktian Peneguhan Pendeta GKI Basis Pelayanan Jemaat GKI Kelapa Cengkir Jakarta atas diri Pdt. Gatot Pujo Tamtama.

Kebaktian peneguhan pendeta ini terlaksana dengan baik tentunya tak lepas juga dari peranan, dan kerjasama seluruh penatua dengan pendeta yang dipanggil Tuhan untuk memimpin jemaat dalam rangka mewujudkan  persekutuan serta melaksanakan kesaksian dan pelayanan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Tema yang diangkat dalam kebaktian peneguhan pendeta ini adalah "Sehati" dengan bacaan yang terambil dari 1 Korintus 1:10.
  
Akhir kata, segenap keluarga besar GKI  lingkup Sinode Wilayah Jawa Tengah mengucapkan Selamat Melayani di Ladang Tuhan yang baru untuk Pdt. Gatot Pujo Tamtama dan keluarga; Selamat untuk  Majelis dan Anggota Jemaat GKI Kelapa Cengkir jakarta dalam menjalin dan merenda pelayanan-pelayanan bagi Tuhan, sesama dan masyarakat dan lebih menghadirkan damai sejahtera, berkat dan garam-terang dunia. 

Terimakasih untuk segenap Majelis dan Anggota Jemaat GKI Jatiasih yang telah memperkenankan Pdt. Gatot Pujo Tamtama melayani di ladang baru. Kiranya Tuhan Yang Mahakasih, memberkati serta menyertai perjalanan GKI Jatiasih, dan senantiasa melimpahi kehidupan persekutuan dan pelayanan dengan kasihNYA.

Tuhan memberkati pelayanan kita semua, Amin.

Semiloka “Becoming an Inclusive Church : Partisipasi Penuh Penyandang Disabilitas dalam Kehidupan Bergereja”

Tanggal Buat: Tue, 09 Oct 2018     oleh:
Kategori: Sinode

Departemen Penelitian dan Pengembangan / DPP BPMSW GKI SW Jateng telah melaksanakan Seminar dan Lokakarya (Semiloka) “Becoming an Inclusive Church : Partisipasi Penuh Penyandang Disabilitas dalam Kehidupan Bergereja” yang dilaksanakan hari Senin-Selasa tanggal 1-2 Oktober 2018 yang bertempat di Wisma Sejahtera, Magelang. Peserta dalam semiloka sejumlah kurang lebih 40 peserta yang terdiri dari utusan jemaat / gereja dan klasis GKI lingkup SW Jateng, narasumber dan Panitia.
Semiloka ini berjalan dengan baik dan peserta cukup responsif sehingga acara ini berlangsung menarik dan suasana yang terbangun cukup 'hidup'.  

Narasumber semiloka ini adalah :
1. Pdt. Tabita Kartika Christiani (Dosen Fakultas Teologi UKDW / PTKSW GKI SW Jateng basis pelayanan Fakultas Teologi UKDW Yogyakarta).
2. Pdt. Sujanto Putro Waskito Wibowo beserta keluarga (Pendeta GKI Basis Pelayanan Jemaat GKI Nusukan Solo).
3. Pdt. Helen Armada (Pendeta GKI Basis Pelayanan Jemaat GKI Cinere).
4. Pdt. Yerusa Maria (Pendeta GKI Basis Pelayanan Jemaat GKI Pakuwon).
5. Pdt. Abraham Ferdinandus (Pendeta GPIB Jemaat Effatha Jakarta).
6. Ibu Linda Maruta beserta Ananda Keke (Anggota Jemaat GKI Wongsodirjan Yogyakarta).
7. Sdri. Kristin Manila beserta Ibunda Eni (Yogyakarta).
8. Sdr. Bernadito Satriawan beserta keluarga (Yogyakarta). 

Harapan pelaksanaan Semiloka ini supaya gereja lebih peduli kepada anggota jemaat dan atau simpatisan yang merupakan penyandang disabilitas, baik disabilitas fisik, intelektual, autisme dan sebagainya. Salah satu contoh yang seringkali dijumpai bahwa gereja tidak dan atau belum  memiliki data anggota jemaat dan atau simpatisan yang menyandang disabilitas. Contoh lainnya yakni desain dan fasilitas gedung gereja seringkali belum mengakomodir ketersediaan fasilitas untuk penyandang disabilitas (misalnya akses kursi roda ke dalam gedung gereja dan fasilitas toilet yang ramah untuk penyandang disabilitas; Alkitab Braille atau audio; penerjemahan ke dalam bahasa isyarat). Beberapa alasan / latar belakang yang dijumpai atas keterbatasan gereja menyediakan fasilitas bagi penyandang disabilitas yakni belum / tidak ada data relevan atas anggota jemaat dan atau simpatisan yang merupakan penyandang disabilitas. Padahal bisa saja yang terjadi kebalikannya: dikarenakan tidak ada fasilitas penyandang disabilitas di gedung gereja tersebut maka memunculkan ketidaknyamanan bagi anggota jemaat dan atau simpatisan penyandang disabilitas yang datang ke gereja, sehingga lambatlaun dikarenakan kesulitan, maka anggota jemaat dan atau simpatisan penyandang disabilitas enggan pergi beribadah ke gereja. Di contoh lain dapat diinformasikan bahwa memang ada orangtua yang membawa anak mereka yang merupakan penyandang disabilitas; namun bagaimana penerimaan orang-orang lain di gereja? Apakah anak itu diterima dengan baik, atau dihina dan di-bully? Apakah penyandang disabilitas intelektual dapat mengikuti katekisasi dan menerima sakramen baptis dewasa atau sidi dan perjamuan kudus? Bagaimana gereja membaca perikop Alkitab yang mengisahkan penyandang disabilitas? Apakah masih ada yang melihat penyandang disabilitas sebagai alat atau obyek diakonia? Apakah gereja merasa cukup dengan menyediakan panti untuk penyandang disabilitas? Bukankah penyandang disabilitas semestinya berpartisipasi penuh dalam kehidupan berjemaat? Penyandang disabilitas dapat berperan penuh dalam jemaat, melayani, dan menjadi berkat bagi sesama.  

Berawal dari harapan dan beberapa contoh tersebut, tujuan diadakan semiloka ini supaya peserta dapat :
1. Memiliki wawasan dan mengembangkan teologi disabilitas.
2. Merencanakan tindak lanjut dalam mewujudkan gereja yang inklusif, di mana penyandang disabilitas berpartisipasi penuh dalam kehidupan bergereja.

Semoga Semiloka ini dapat memberikan wawasan bagi setiap peserta dan gereja, serta dapat memberikan masukan bagi Departemen Penelitian dan Pengembangan/ DPP BPMSW GKI SW Jateng yang direncanakan akan membuat buku panduan terkait dengan partisipasi penyandang disabilitas dalam kehidupan bergereja.

Tuhan memberkati pelayanan kita bersama.

Camp Pemuda Lintas Iman 2018

Tanggal Buat: Thu, 27 Sep 2018     oleh:
Kategori: Sinode

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa atas kasih dan anugerah Tuhan maka Camp Pemuda Lintas Iman 2018 dapat terselenggara pada hari Jumat-Minggu tanggal 21-23 September 2018 bertempat di Rumah Retret Griya Sejahtera, Ngablak - Kopeng, Kabupaten Magelang. Acara ini merupakan program dari Komisi Pemuda Departemen Pembangunan Jemaat (DPJ) BPMSW GKI SW Jateng.
Camp Pemuda Lintas Iman ini merupakan salah satu upaya untuk memupuk lebih baik lagi perjumpaan dan mempererat relasi dan tali silaturahmi pemuda lintas iman, khususnya di tengah perkembangan zaman yang semakin individualistik serta diperparah dengan semakin bertumbuh suburnya sikap primordialisme.
Pengembangan spiritualitas melalui perjumpaan dan pembentukan relasi dengan pemuda lintas iman ini juga merupakan salah satu yang menjadi kebutuhan pemuda Indonesia. 

Camp Pemuda Lintas Iman 2018 dilaksanakan dalam format acara yang saling kait-mengait sehingga membentuk suatu narasi imajinatif dari dunia 
pewayangan yang menyimbolkan situasi dan kondisi di Indonesia. Tema yang diusung dalam Camp Pemuda Lintas Iman 2018 adalah “Semar Mbangun Kayangan”.  Terkait format narasi imajinatif tersebut maka Semar merupakan tokoh sentral dalam kisah pewayangan sekaligus terlibat penuh dalam narasi imajinatif yang berlangsung selama Camp Pemuda Lintas Iman 2018. Di dalam dunia pewayangan, kayangan merupakan surga yang dipenuhi kedamaian dan hanya ditinggali oleh para dewa. Semar memiliki keinginan untuk membangun kayangan di bumi, yaitu di sebuah negeri bernama Amarta. Kayangan yang dibangun oleh Semar di negeri Amarta merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang saling menghormati, saling berbagi dan saling mengupayakan terwujudnya harmoni layaknya surga yang selama ini dimonopoli oleh para dewa. 
Dalam narasi inilah Negeri Amarta secara imajinatif dideskripsikan sebagai lokasi Camp Pemuda Lintas Iman 2018 dan para peserta camp adalah warga negeri Amarta. Peserta Camp Pemuda Lintas Iman 2018 kali ini diikuti 211 (dua ratus sebelas) peserta dari pemuda-pemudi dari berbagai unsur agama yang ada di Indonesia, dan sebagian ada juga dari utusan pemuda kerohanian, serta 22 orang panitia.
Narasumber Camp Pemuda Lintas Iman 2018 yakni Aan Anshori (Gus Aan) juga berperan aktif dalam Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD), dan  Bapak Purnawan Kristanto (trainer aktivis lintas iman).
Harapan dari Camp Pemuda Lintas Iman ini supaya para peserta diharapkan mampu : 
1. Mengenal dan membangun relasi dengan yang berbeda secara nyata
2. Mengolah pengalaman perjumpaan mereka melalui jurnalisme lintas iman
3. Menyebarluaskan pengalaman perjumpaan mereka melalui media sosial sehingga pengalaman berharga yang mereka dapatkan tidak berhenti begitu saja    melainkan dapat terus dibagikan kepada orang lain.

Respon peserta cukup antusias, perjumpaan peserta yang saling merespons perkenalan dan jalinan silaturahmi, serta upaya mempererat tali persaudaraan  membuat hidup suasana acara selama camp pemuda lintas iman ini. Toleransi antar peserta yang terbangun selama camp ini terlihat nyata.
Dalam acara ini, peserta yang terbagi dalam beberapa kelompok mengadakan lokasi perkunjungan yakni Pondok Pesantren Edi Mancoro, Sekolah Qaryah Thayyibah, Pura Aditya Dharma, Vihara Magghadamma, Klenteng Hok Te Bio, Percik Salatiga, Griya Pemulihan Efata Kopeng, Goa Maria Pereng, Pertapaan Gedono dan Sekolah Tinggi Agama Buddha Syailendra. Melalui perkunjungan ini, diharapkan pemuda lintas iman belajar memahami serta menerapkan praktik jurnalisme lintas iman dari lokasi kunjungan tersebut, serta dapat mensharingkan pengalaman, diskusi santai antar peserta, serta sharing nyata setelah pemuda-pemudi ini kembali ke lingkungan keseharian mereka.

Kiranya melalui Camp Pemuda Lintas Iman 2018 dapat mengembangkan pembentukan relasi dan toleransi pemuda lintas iman untuk lebih mempererat tali persatuan pemuda sebagai bagian dari pemuda-pemudi Indonesia.

Kebaktian Penahbisan Pendeta GKI Basis Pelayanan Jemaat GKI Kebayoran Baru

Tanggal Buat: Thu, 27 Sep 2018     oleh:
Kategori: Sinode

Ucapan syukur senantiasa kita panjatkan bersama karena pada hari Senin tanggal 24 September 2018 bertempat di GKI Kebayoran Baru, Jakarta, kita semua boleh menyaksikan Kebaktian Penahbisan Pendeta GKI Basis Pelayanan Jemaat GKI Kebayoran Baru Jakarta atas Diri Pnt. Daniel Bani Winni Emma, S.Si. (Teol). 
Kebaktian penahbisan kali ini merupakan sebuah peristiwa yang sangat penting bagi Jemaat GKI Kebayoran Baru dimana momen Kebaktian Penahbisan Pendeta di GKI Kebayoran Baru ini terjadi setelah 17 tahun sejak kebaktian penahbisan pendeta yang terakhir dilaksanakan di GKI Kebayoran Baru. 
Penahbisan ini juga menandai terjawabnya pergumulan Jemaat GKI Kebayoran Baru selama hampir satu dasawarsa untuk menambah pemanggilan pendeta sesuai dengan Tata Gereja yang berlaku.

Kebaktian Penahbisan Pendeta atas diri Pnt. Daniel Bani Winni Emma, S.Si. (Teol) mengangkat tema "Berpartisipasi Dalam Dunia, Rendah Hati Dalam Karya" dan kebaktian ini dilayani oleh Pdt. Untari Setyowati (Pendeta Tugas Khusus BPMS GKI). 

Selamat untuk segenap Jemaat GKI Kebayoran Baru Jakarta (Majelis Jemaat, Anggota Jemaat beserta Simpatisan) atas kebaktian penahbisan ini. Kiranya dengan bertambahnya pendeta, semakin memperkuat barisan untuk bersama-sama lebih mengelola dan mengembangkan karya dan pelayanan GKI Kebayoran Baru untuk lebih memancarkan kasih Tuhan guna lebih mendatangkan damai sejahtera baik bagi warga gereja, masyarakat dan lingkungan.

Selamat juga untuk Pdt. Daniel Bani Winni Emma, S.Si. (Teol) beserta keluarga. Selamat melayani dan menjadi rekan sekerja Allah, selamat berkarya.

Tuhan memberkati.