GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah

Login
Remember me
GKI Klasis Purwokerto

GKI CIlacap

Sejarah singkat

Sejak tahun 1942 sampai dengan tahun 1949, Tuhan telah berkenan menabur tujuh keluarga Kristen Tionghoa di bumi Cilacap.  Tujuh keluarga ini adalah: Keluarga Lie An Sioe, Keluarga Lie Thian Nio, Keluarga So Tiauw Gwan, Keluarga Kwik Djoen Bok, Keluarga Oey Gie Tjhoen, Keluarga Phoa King Ban, dan Keluarga Tan Ruth Nio.  Dari ketujuh keluarga itu terdapat 16 orang yang telah sidi dan 4 orang baptisan.  Ketujuh keluarga ini menjadi anggota GKJ Cilacap.

Tahun 1950, ketujuh keluarga ini mulai memiliki kerinduan untuk mengadakan sendiri kebaktian yang dilayani oleh Pendeta dari GKI atau GKJ dengan bahasa pengantar bahasa Indonesia, karena kalau menggunakan bahasa Jawa mereka kesulitan.  Pada tahun ini pula Tuhan mengutus hamba-Nya Ds. Go Eng Tjoe (Pendeta GKI Purwokerto) untuk mendampingi dan memberi siraman rohani terhadap persekutuan jemaat Tionghoa yang ada di Cilacap ini.

Tahun 1951, kerinduan jemaat ini diberkati Tuhan, sehingga pada awal tahun 1951 bisa melaksanakan kebaktian sendiri dengan bertempat di SMP Kristen Cilacap, nama persekutuan ini adalah Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwe.  Namun, perlu diingat bahwa pemisahan persekutuan dengan GKJ Cilacap ini murni dikarenakan kendala bahasa, bukan karena masalah lain yang berkaitan dengan warna kulit.  Untuk pelayanan firman dalam kebaktian Minggu juga masih melibatkan pendeta dari GKJ Cilacap.

Tahun 1953 Ds. Go eng Tjoe mengakhiri tugas pendampingan terhadap jemaat ini, dan pada tahun 1954 Ds. The Sing Liong (Pendeta GKI Purwokerto) menggantikannya.  Pendampingan dan siraman rohani dari dua gembala tersebut sungguh sangat berarti bagi jemaat Tuhan di Cilacap ini. Hal ini terbukti dengan dari tahun ke tahun jumlah anggota persekutuan semakin banyak.

Tahun 1966 jumlah anggota persekutuan telah mencapai 107 orang, dan pada tahun itu pula persekutuan ini telah berhasil membeli sebidang tanah yang di atasnya berdiri sebuah bangunan dengan kondisi rusak akibat kebakaran.  Tanah beserta bangunan yang dibeli di Jl. L. E. Martadinata (tempat berdirinya gedung GKI Cilacap sekarang).  Kerja keras dari panitia pembelian tanah dan pembanguna gedung gereja (Dr. Lie Hap Djoen Cs) diberkati Tuhan hingga akhir tahun 1966 pembangunan rumah Tuhan dapat diselesaikan dengan sangat sederhana.

Awal tahun 1967 tempat kebaktian berpindah dari SMP Kristen Cilacap ke gedung gereja yang baru dibangun, dengan papan nama GKI Cilacap, karena anggota persekutuan di jemaat ini bukan lagi orang-orang Tionghoa, tetapi sudah terdiri dari bermacam-macam suku bangsa yang ada di Indonesia.  Sejak tahun ini pula GKI Cilacap berstatus sebagai Bakal Jemaat GKI Purwokerto.  Dari awal 1967 sampai dengan pertengahan tahun 1967, pendampingan Bajem GKI Cilacap dilayani oleh Ds. Go Giok Gwan.  Dari pertengahan tahun 1967 sampai akhir tahun 1967 dilayani oleh Ds. The Hian Hoo, dan selama tahun 1967 tersebut pelayanan harian dibantu oleh Drs. The Koen Bik.

Tahun 1968 pendampingan GKI Bajem Cilacap dilayani oleh Pdt. Gayus Gunawan, sedangkan untuk pelayanan harian dilaksanakan oleh Sdr. Theo W. Setiaputra.  Selain itu, yang tidak boleh dilupakan adalah perkembangan jemaat ini juga karena ada dukungan pendampingan dari Pdt. Soeparno.

Akhirnya, dengan anugerah Allah Bapa, kasih Tuhan Yesus, dan pertolongan Roh Kudus, GKI Bajem Cilacap dapat didewasakan menjadi GKI Cilacap pada tanggal 18 Juni 1976, dengan anggota sidi sebanyak 97 orang dan anggota baptisan sebanyak 87 orang, juga seorang gembala yaitu Pdt. Theo Woluono Setiaputra, serta Majelis Jemaat sebanyak 8 orang, yaitu: Dk. Limanteja, Tt. Hadi Sutjipto, Tt. Djaka Santoso, Tt. HB. Sarno, Tt. Hernald T. Badjau, Tt. R. Moedjihardjo, Tt. Basuki Effendy, dan Dk, Ny. Martini.

Dalam perjalanannya, GKI Cilacap juga diperhadapkan dengan berbagai macam bentuk pergumulan dalam jemaat. Pada tahun 1981. Pdt. Theo W. Saputra mengakhiri masa pelayanannya di GKI Cilacap, dan ini menjadi pergumulan tersendiri bagi jemaat GKI Cilacap yaitu tidak adanya gembala jemaat. Namun, kemudian Tuhan berkenan mengutus hambaNya, yaitu Pdt. Em. S.K. Tanuwidjaya dari GKI Kebumen untuk melanjutkan pelayanan penggembalaan dari tahun 1982 sampai dengan 1985.

Pelayanan terus berjalan seiring dengan pergumulan jemaat yang mewarnai pertumbuhan iman. Dari situlah, kemudian muncul kerinduan yang begitu dalam dari jemaat GKI Cilacap untuk memiliki hamba Tuhan yang tetap. Upaya-upaya untuk mendapatkan hamba Tuhan dimulai ketika Tuhan berkenan mengutus Bpk. Andi Yohanes, S.Th. pada tanggal 19 Agustus 1986, yang kemudian ditahbiskan pada tanggal 16 September 1992 sebagai pendeta kedua. Pdt. Andi Yohanes melayani GKI Cilacap sampai dengan 16 Juli 1999. GKI Cilacap kembali harus mengalami kekosaongan gembala, oleh sebab itu upaya-upaya untuk memiliki gembala pun terus dilakukan. Pada tahun 2000 – 2002, pelayanan di GKI Cilacap dilaksanakan oleh Capen C.L. Sutrisno, S.Si. kemudian, dilanjutkan dari tanggal 1 Maret 2003 hingga penghujung tahun 2006 ini oleh Capen Khonselman Radjabaycolle, S.Si.

Adapun kegiatan ibadah di GKI Cilacap yang berlangsung sampai dengan tahun 2006 adalah sebagai berikut:

  • Kebaktian Umum di hari Minggu sebanyak 3 kali, yaitu pkl. 06.00 WIB, pkl. 08.00 WIB, dan pkl. 16.30 WIB.
  • Kebaktian Sekolah Minggu setiap hari Minggu pkl. 08.00 WIB.
  • Persekutuan Pemuda Remaja setiap hari Sabtu pkl. 17.00 WIB.
  • Persekutuan Warga Usia Lanjut setiap hari Rabu Minggu ke-2 dan ke-4 pkl. 09.30 WIB.
  • Persekutuan Doa dan Pemahaman Alkitab setiap hari Kamis pkl. 17.00 WIB.

Pendewasaan
18 Juni 1976
Jadwal ibadah
Umum06.00; 08.00
Umum17.00
Anak08.00
Kontak
  • Jl. L E Martadinata 67, Cilacap – 53213
  • Telp. (0282) 535864 ;Fax (0282) 521368
  • gki_cilacap@yahoo.com
Statistik Anggota Jemaat
SidiBaptisan
PriaWanitaPriaWanita
Total anggota jemaat 0
Pendeta Jemaat
  • Pdt. Khonselman Radjabaycole
Bakal jemaat
    -