GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah

Login
Remember me
GKI Klasis Purwokerto

GKI Kutoarjo

Sejarah singkat

Pada awalnya, GKI Kutoarjo merupakan buah karya Zending Gereformeerd Kerhen Uhechl yang diutus dari negeri Belanda.  Kebaktian yang pertama kali diadakan pada tahun 1906, dengan menggunakan bahasa Jawa di rumah Sdr. Oei Boen Gie di Jl. Pecinan 22, Kutoarjo.  Atas pelayanan guru injil Samuel dan Soetodimedjo, orang Tionghoa banyak yang tertarik, sehingga kebaktian dilakukan dalam bahasa Tionghoa totok mulai tahun 1928.  Jemaat pertama ini diberi nama Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwe.

Jemaat ini tidak bertahan lama karena banyak dari mereka yang kembali ke negeri Tiongkok, sehingga anggota yang masih tinggal di Kutoarjo bergabung dengan GKJ dan mengadakan kebaktian setiap hari Selasa di rumah Sdr. Oei Gwat Siang.  Dengan berdirinya sekolah Chr. H.C.S. pada tahun 1934, kebaktian dilakukan di sana setiap hari senin dalam bahasa Indonesia.  Pada tahun 1935, kebaktian diubah menjadi setiap hari minggu dan bertempat di rumah Sdr. Oei Gwat Ling, Jl. Raya 103, Kutoarjo, dengan pelayan kebaktian Ds. S. H. Liem (Liem Siok Hie) dari Semarang.  Pada tahun 1936, Zending Gereformeerd Kerhen Uhechl mengutus Sdr. Tan King Hien untuk melayani sebagai guru injil di Kutoarjo.  Pada tanggal 12 Desember 1938, jemaat  Kutoarjo secara resmi memiliki gedung gereja sendiri di Jl. Raya 76, Kutoarjo.  Satu bulan kemudian, yaitu pada bulan Januari 1939, jemaat Kutoarjo menerima rumah diakonia beserta tanahnya dari Sdr. Sie Kee Tjie, Yogyakarta.

Pada tanggal 13 November 1941, jemaat Kutoarjo didewasakan, dengan Majelis sulung: Tt. Tan King Hien, Tt. Gouw Loe Liong, Tt. Liem Seng Hoo, dan Dk. Oei Gwat Ling.  Jumlah anggota saat itu sebanyak 39 orang.  Karena guru injil Tan King Hien dipanggil sebagai pendeta oleh jemaat di Magelang, maka guru injil di jemaat Kutoarjo digantikan oleh Sdr. The Sing Liong pada tanggal 1 Agustus 1942.  hal yang sama terjadi pada 1 April 1943, sehingga guru injil di jemaat Kutoarjo dipegang oleh Sdr.  Tjoa Tjien Touw.

Pada tanggal 19 April 1950, jemaat Kutoarjo membuka cabang Pekabaran Injil (PI) di Gombong,  setelah guru injil Tjoa Tjien Touw digantikan oleh Sdr. Liem Djing Tiang pada tanggal 1 Maret 1950.  Pada tanggal 1 Agustus 1951 guru injil Liem Djing Tiang meninggalkan jemaat Kutoarjo, maka pada tanggal 1 Maret 1952 cabang PI di Gombong diserahkan kepada jemaat Purworejo.  Pada tanggal 1 Januari 1953 jemaat Kutoarjo mendapat guru injil baru dari Cilacap, yaitu Sdr. Nio Djoen Tjwan.  Pada tanggal 1 Juni 1954, jemaat Kutoarjo membuka jemaat cabang Kebumen.  Pada tanggal 28 Februari 1961, guru injil Nio Djoen Tjwan mendapat panggilan jemaat GKI Coyudan, Solo, sehingga digantikan oleh Sdr. Djie Poen Hian dari Wonosobo.  Akhirnya, pada tanggal 10 Oktober 1961, Sdr. Djie Poen Hian diteguhkan menjadi Pendeta Jemaat Kutoarjo, sekaligus pertama kalinya jemaat Kutoarjo mempunyai seorang pendeta.

Pendeta kedua yang diteguhkan untuk melayani GKI Kutoarjo adalah Sdr. Khoe Kian Bo (Jesaya Satria Kristsuana) pada tanggal 30 April 1968.  Pada masa pelayanannya, tepatnya di bulan April 1969, gedung gereja direnovasi dan pada tanggal 17 Desember 1974 diresmikan pemakaiannya.  Kebaktian Minggu kemudian diadakan sebanyak dua kali, yaitu pk. 06.00 dan pk. 16.30.

Pada tahun 1976, GKI Kutoarjo merintis bakal jemaat di Prembun, yang kemudian disebut GKI Kutoarjo Bajem Prembun.  Kebaktian di Bajem Prembun ini dilakukan setiap hari Minggu di rumah Bpk. Sukijan di Jl. Raya 148, Prembun, dan tetap dipimpin oleh Pdt. J. S. Kristsuana.

Pada tahun 1977, anggota jemaat GKI Kutoarjo berjumlah 160 orang.  Pada tanggal 20-22 Juni 1977 diadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dilayani oleh Pdt. Dr. L. A. Leunissen.  Kebaktian Penyegaran Rohani juga dilaksanakan pada tangal 16-18 Oktober 1978 oleh Pdt. Yohanes Obaja.  Jumlah anggota jemaat pada tahun 1978 tercatat sebanyak 158 orang, dan pada tahun 1979 sebanyak 164 orang.  Pelayanan di bidang pendidikan juga dilakukan dengan mendirikan sekolah SLTP, SD dan TK “NASIONAL” pada tahun 1982, dan junlah anggota jemaat saat itu tercatat sebanyak 193 orang.

Pada tahun 1990, GKI Kutoarjo Bajem Prembun mendapatkan sebidang tanah dari Bpk. Sukijan untuk pembangunan gereja.  Dengan dukungan segenap pihak, baik anggota jemaat GKI Kutoarjo maupun gereja-gereja dari kota lain, pembangunan gedung gereja Bajem Prembun dapat diselesaikan pada tahun 1992, dan pada tanggal 27 Desember 1992, gedung gereja ini dipergunakan secara resmi oleh GKI Kutoarjo Bajem Prembun sebagai sarana ibadah.

Pada tahun 1997, Pdt. J. S. Kristsuana memasuki masa emeritasi dan mengakhiri masa pelayanannya di GKI Kutoarjo.  Saat ini beliau bertempat tinggal di Magelang, namun masih sering dipanggil untuk melayani Kebaktian Minggu di GKI Kutoarjo.  Sepeningal Pdt. Em. J. S. Kristsuana, GKI Kutoarjo dibantu oleh Pendeta Konsulen, yaitu Pdt. Samuel Santoso (1997-1999), kemudian dilanjutkan oleh Pdt. Paulus Eko Samudra sampai kini.  Selain itu, pada tahun 1998 – 2002 GKI Kutoarjo juga mendapat pelayanan dari Sdr. Erni Stience Sendow, S.Th. dan pada tahun 2001 – 2002 oleh Sdr. Candra setiadi, S.Th.

Dikarenakan jemaat GKI Kutoarjo sangan merindukan hadirnya seorang gembala, maka pada tahun 2004 GKI Kutoarjo meminta Sdr. Imanuel Budidharma untuk melayani di GKI Kutoarjo. Masa perkenalan dimulai pada bulan April sampai bulan Agustus 2004. Sdr. Imanuel Budidharma menjalani masa orientasi dari tahun 2004 sampai dengan 2006, namun sayang ia harus mengakhiri pelayanan pada tahun 2006. Sampai di penghujung tahun 2006 ini, GKI Kutoarjo masih merindukan kehadiran seorang gembala untuk menggembalakan jemaat GKI Kutoarjo yang tercatat sudah mencapai 225 orang jemaat dan 10 orang simpatisan, sedangkan jumlah jemaat di GKI Kutoarjo Bajem Prembun sebanyak 58 orang jemaat.

Adapun kegiatan ibadah GKI Kutoarjo sampai saat ini adalah:

- Kebaktian Minggu I                  : pkl. 06.00 WIB

- Kebaktian Minggu II                 : pkl. 08.30 WIB di Bajem Prembun

- Kebaktian Minggu III                : pkl. 16.30 WIB

- Bidston Pagi                           : setiap hari Rabu pkl. 05.30 WIB

- Kebaktian Sekolah Minggu      : pkl. 08.00 WIB

- Kebaktian Sekolah Minggu      : pkl. 08.30 WIB di Bajem Prembun

- Persekutuan Remaja                : setiap hari Sabtu pkl. 17.00 WIB

- Persekutuan Pemuda               : setiap hari Sabtu, minggu I dan minggu III pkl. 18.00 WIB

- Persekutuan Dewasa               : setiap hari Jumat, minggu III pkl. 19.00 WIB

- Persekutuan Wulan                  : setiap hari Selasa pkl. 09.00 WIB

- Persekutuan Wulan                  : setiap hari Selasa pkl. 09.30 WIB di Bajem Prembun

Pendewasaan
13 November 1941
Jadwal ibadah
Umum06.00; 16.30
Anak08.30
Usia Lanjut09.00 (Selasa)
Remaja17.30 (Sabtu)
PA19.00 (Selasa ke-2 & ke-4)
Dewasa18.00 (Jumat)

 

Kontak
  • Jl. P . Diponegoro 106, Kutoarjo – 54212
  • (0275) 641254
Statistik Anggota Jemaat
SidiBaptisan
PriaWanitaPriaWanita
691293222
Total anggota jemaat 252
Pendeta Jemaat
  • Pdt. Em. Jesaya Satria Kristsuana
Bakal jemaat
Pos
    -